Minggu, 04 Maret 2012

Tarianmu bangkitkan Imajinasiku


Seperti bukan manusia,,
Tapi nyata dirimu manusia,,
Ku melihatmu,,
Ku rasakan ada sesuatu,,
Kau berjalan dengan gemulai,,
Kau hipnotisku dengan gayamu,,
Kau ayunkan tanganmu tuk memulai,,

Kau hadir dengan sebuah pengharapan,,
Sebuah pengharapan tentang dirimu,,
apa yang hendak dirimu lakukan,,??
Bisakah caramu membangkitkanku,,
Caramu tuk bisa membuat imajinasiku kembali,,
Perlahan,,
Tapi pasti,,
Kau mulai ikuti lantunan nyanyian itu,,
Kau berdiri ketikan lantunan itu memaksamu berdiri,,
Aku masih terdiam di pojok,,
Membisu dalam pikiranku,,
ada apa dengan diri ini,,
Ah,,aku masih belum bisa mnegikuti lantunan nada itu,,
Perlahan,,
Tapi pasti,,
Nada itu mulai kembali membuat suasana menjadi lebih tentram,,
Suasana menjadi lebih sejuk,,
Akh,,,!!!!
Aku menjerit tanpa bisa bersuara,,
Ku kembali mencoba memahami tarianmu,,
Aku kembali fokus dengan nada itu,,
Lantunan itu membuat aku ingin ikut menari,,
Menari dalam suasana sejuk dan tentram,,
Baru sekarang kurasakan ketentraman jiwaku,,,
Mencoba tuk mulai memainkan imajinasiku,,
Sebuah tarian yang mebuat aku menjadi bergairah,,
Sebuah tarian yg membuat aku menjadi ingin ikut hanyut dalam nada itu,,
Perlahan,,
Tapi pasti,,,
Kurebahkan tubuh ini dalam suasana gelap,,
Aku buta,,,??!!!
Tapi kenapa aku cuman bisa melihat tarianmu,,
Ada gesekan dalam jiwa ini,,
Ingin lebih tau,,
Ada apa dengan tarianmu,,?
Nada itukah yg membuat AKU seperti itu,,?!
Nada yang sebenarnya tidak asing ditelingaku,,
Tapi entah mengapa,,
Aku tidak bisa menari seperti itu,,
Perlahan,,
Tapi pasti,,
Imajinasiku mulai melihat cahaya,,
Imajinsuku seperti tertunduk malu dengan cahaya itu,,
Cahaya putih,,
Cahaya yang sangat indah,,
Aku masih tertunduk dengan imajinasiku masih bermain main,,
Dalam ketidak pastian itu,,
Aku mulai sadar ketika bocah kecil menyapaku,,
Menepuk pundahku,,
Aku kaget,,
Dari hayalan imajinasiku,,
Perlahan,,,
Tapi pasti,,,
Bocah kecil itu berbisik kepadaku,,
Kakak kenapa masih duduk,,??
Aku kaget,,!
Haruskah aku ikut berdiri,,
Sedangkan imajinasiku belum bergairah,,,
Entah mengapa,,
Bocah kecil itu seperti menghipnotisku,,
Aku pun berdiri dalam kebingunan imajinasiku,,
Ada rasa terharu ketika aku juga berdiri,,
Ada apa dengan nada itu,,!!!
Perlahan,,
Tapi pasti,,
Aku berusaha mengingat sesuatu,,
Ketika aku masih kecil dulu,,
Dengan tarian itu,,
Dengan nada itu,,
Ku berusaha mengingat itu semua,,
Semakin aku mengingat itu,,
Air mata ku juga terjatuh,,
Aku Menangis,,??!!!
Hmmmm,,,,
Ada apa sebenarnya,,???
Ada rasa ingin ku menangis,,
Mengekspresikan imajinasiku yg mulai bergairah,,
Perlahan,,
Tapi pasti,,
Nada itu mulai ku ingat,,
Tarian itu mulai ku ingat,,
Sejenak kudiamkan semua imajinasiku,,
Fokus sama nada dan tarian itu,,
Semakin dalam mengingatnya,,
Semakin deras air mataku keluar,,
Ku coba raba dengan imajinasiku,,
Ku coba sentuh dengan imajinasiku,,
Ku coba rasakan dengan imajinasiku,,
Perlahan,,,
Tapi pasti,,
ketemukan nada apa itu,,
kutemukn tarian apa itu,,
tapi aku masih belum jelas dalam imajinasiku,,,
kuhanya bisa merasakan,,
tapi masih belum paham...
mencoba ku mainkan lagi imajinasiku,,
tuk bisa merasakan seutuhnya,,,
arti semua ini,,
entah mengapa,,
semakin warna itu makin jelas,,
membuat diriku lemes,,,
membuat diriku ingin menangis,,
perlahan,,
tapi pasti,,,
imajinasiku mulai bergairah,,
imajinasiku mulai menerima tarian itu,,,
imajinasiku mulai merasakan alunan nada itu...
semakin jelas,,,
semakin membuat aku menangis,,,
nyesek rasanya di dada ini,,
aku gag bisa bernafas,,,,
mataku udah mulai gelap,,,
tapi tarian dan nada itu makin jelas,,,
dalam imajinasiku,,,
hmmm....
ada apa dengan jiwa dan imajinasiku....??
perlahan,,,
tapi pasti,,,
kutersadar dari lamunan imajinasijku..
kumulai merasakan kenikmatan dalam tarian itu..
kumulai merasakan ketentraman dalam nada itu...
kurasakan semua yang terjadi dalam jiwa ini...
mencoba kupejamkan mata ini...
tuk kembali mengingat sesuatu,,,
mengingat yang pernah ku rasakan dulu..
aku sadar dalam gairah imajinasku..
aku menangis dalam gairah imajinasiku..
aku bersujud dalam gairah imajinasiku...
perlahan...
tapi pasti...
aku mengingat semua nada itu...
aku mengingat semua tarian itu...
nada tuk menyanjungmu ya rasul...
nada tuk memujamu ya hhabibullah..
nada tuk menyampaikan kerinduan kita padamu ya muhammad..
hari ini...
kita kembali...
hari ini..
kita mengingat...
hari ini...
kita memuja..
hari ini..
kita rindu..
hari ini...
kita hadir tuk memeriahkan bulanmu ya rasul..
perlahan...
tapi pasti,,,
ternyata aku lupa..
bagaimana menghormatimu ya rasul...
MAHALLUL QIYAM.....
aku berdiri dalam tangisan kerinduanku,,
aku berdiri dalam kehampaan hatiku...
aku berdiri dalam pengharapan syafa'atmu ya rasul...
sebuah cinta..
sebuah kerinduan..
sebuah pengharapan...
lebur jadi satu dalam alunan nada,,
sebuah nada..
ya nabi..salam alaika,,,
ya rasul...salam alaika,,
ya habibi,,salam alaika...
shalawatullah alaika....
ya rasul....
masih pantaskah diri ini menjadi ummatmu..??
ketika semua orang memujamu..
aku cuman bisa terdiam,,
ketika semua orang menyampaikan kerinduan padamu..
aku cuman bisa menunduk,,,
perlahan..
tapi pasti...
banyak orang mengekspresikan rasa cintanya padamu..
cuman aku saja yang belum pernah mengluapkan rasa cintu padamu ya Muhammad..
Jalaluddin ar-Rumi denga tariannya,,,,
Imam al-Bushiri dengan kasidah Burdahnya..
semua itu bentuk rasa cintanya padamu ya Muhammad,,,
kini...
aku hadir dengan rasa cintaku yang sama...
lewat lantunan shalawat dimalam maulid nabi..
lewat kehadiran jiwa dalam tarian itu...

ya Rasulullah....
ya Nabiallah...
ya Habiballah...
ya Muhammad...

luapkan sedikit syafa'at mu buat ummatmu ini yang pernah lupa,,yang pernah khilaf..
kini ummatmu kembali dalam lantunan cinta kepada mu...

“Yaa Nabi Yaa Rasulullah Cahaya hati kami, kekasih Allah Anta syamsun anta badrun Anta nurun fawqa nuri Engkaulah surya yang menyinari kelamnya hati manusia Engkaulah purnama penerang gelapnya jiwa manusia Engkaulah cahaya di atas cahaya”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar